Ambang Jendela

"Seperti ada dunia di luar sana yang terus berjalan sementara saya tetap diam di tempat saya berdiri. Dan saya ingin jadi bagian dari dunia luar itu. Tapi saya tidak bisa. Karena saya harus bertanggung jawab pada hidup yang saya jalani sekarang, sementara nafsu saya menggebu-gebu pada hidup lain yang saya inginkan. Rasanya sungguh menyiksa. Seperti memendam cinta rahasia pada orang lain, tapi tidak ada orangnya. Dan itu membuat saya gila."

Ask me a question
Dear Mas,

Jarak?Distance?
Sudah satu bulan lebih aku memikirkan kata diatas dan selalu bermuara pada satu hal yang sama, yaitu kamu
Aku cari di google definisi jarak. Dan google bilang “jarak adalah ruang sela antara dua benda atau lebih”
Tapi ketika pertanyaan selanjutnya muncul, bagaimanapun aku bertanya google tak dapat menjawabnya
Pertanyaan selanjutnya adalah “mengapa selalu sosokmu yang muncul di otakku ketika aku bertemu ‘jarak’?
Dari sini aku belajar, tidak semua pertanyaan bisa dijawab oleh google. Terkadang kita memang harus mencari jawabannya sendiri
Semua memang sudah berawal dari awal pertemuan kita
lagi-lagi ‘jarak’ usia kita membuat kita harus bertemu dengan ‘jarak’ lain nantinya
Dimana hari itu merupakan hari penentu masa depan kamu, masa depanku dan masa depan kita
Ya, hari itu adalah awal dari harimu di dunia luar
Dan hasilnya?
Hari itu nanti pasti sukses menciptakan ruang sela diantara kita supaya ‘jarak’ bisa masuk dan bersantai seenaknya
Saat itu pasti tidak lagi hanya kau dan aku, ada satu hal lagi yaitu ‘jarak’.
Terselip diantara senyum dan tawa kita
Rasanya aku butuh tidur satu bulan penuh untuk mengumpulkan tenaga dan rubah setting otakku supaya menghapus kata itu dari kamusku
Walau hanya satu kata tapi berhasil membuat kita tidak berpijak pada tanah yang sama, tidak ditiup angin yag sama dan mungkin tidak ditelan kota yang sama
Pelan tapi pasti, kata ‘jarak’ selalu membuatku tidak nyaman
Lebih tepatnya tidak nyaman karena nantinya aku hanya sekejap melihat sosokmu
Waktu terasa begitu cepat bila aku dihadapanmu dan terasa begitu lambat ketika aku tidak bisa menemukanmu
Secuil bayanganmu pun tak tampak
Sepertinya ‘jarak’ sennag sekali memaksa  kita nantinya bermain petak umpet
Dengan sengaja menyembunyikan sosok kita, satu sama lain
Tapi sayang, distance doesn’t matter
Aku berkata demikian karena ‘jarak’ tidak lebih dari sebuah kata bagaimanapun wujudnya
'Jarak' hanya menggerakkan raga kita berjauhan meski sanggup merubah letak kita tapi takkan sanggup merubah hati kita
'Jarak' hanyalah sebuah kata, bebaskan dirimu bermain dengannya dan menarilah sepuas kalian
Jangan lari dari ‘jarak’ karena ia justru akan melonggarkan ikatan kita
Berhenti dan bersahabatlah dengannya nanti
maka jarak akan mengeratkan ikatan kita
Tataplah ‘jarak’ bukan sebagai parasit yang perlahan-lahan menggerogoti isi perut kita
Lihatlah dia sebagai kawan yang ikut membantumu menjadi dewasa
Kawan yang juga mendewasakan kita
Karena sebenarnya bukanlah ‘jarak’ yang perlu kita khawatirkan, melainkan hati kita sendiri
Sanggupkah hati kita menjinakkan ‘jarak’?atau justru yang akan dimenangkan olehnya?
Walaupun ‘jarak’ membuat keadaan kita berbeda tapi ingatlah kita masih dapat menikmati kebersamaan
Nikmatilah kehidupan barumu nanti, jangan risaukan ‘jarak’ karena kita tidak akan kalah dengannya
Distance doesn’t matter cause distance means so little when someone means so much


Untuk kakak sc gerigiku,
Jangan baca ini terus-menerus ya
Kamu kan harus selesaikan TA
Cukup baca sesekali, terutama ketika jarak akan muncul mencuri malam kita

Maba SI 168 2012
P.S I Love you

Kalau saja hidup tidak berevolusi, kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu, kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka…tanpa ragu kamu akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. Cukup satu.

twloha:

Where you’ve been is not where you are, and where you are is not where you’ll always be. Let go. Look ahead. Move forward.
[Design from Melody Hansen]

twloha:

Where you’ve been is not where you are, and where you are is not where you’ll always be. Let go. Look ahead. Move forward.

[Design from Melody Hansen]

We are, as a species, addicted to story. Even when the body goes to sleep, the mind stays up all night, telling itself stories.
Jonathan Gottschall, The Storytelling Animal: How Stories Make Us Human  (via fleurstains)
twloha:

#WELCOMETOMIDNIGHT
tak-terdefinisi

Lalu.. mereka sibuk berbisik – bisik. Mereka mulai menamai dunia mereka dan memberi status.

Memberi koma lalu tersenyum malu. Melanjutkan perbincangan lagi. Mulai bercerita tentang masing – masing. Memberi pengenalan. Memberi sebuah celah untuk beradaptasi.

Sesuatu terbang. Sesuatu merasuk. Sesuatu yang tak-terdefinisi ikut bergabung. Sesuatu ditengah antara jarak dan ruang itu.

[Membolak – balikan badan. Berimaji tentang esok. Berimaji untuk tersenyum bersama]